Upaya Mengkudeta AHY Sebuah Mimpi

Oleh: Dirman Prima Atmajaputra
Penulis adalah Ketua DPD BMI Sulsel dan Aktivis Pers

Menyikapi sebuah kelompok dalam Partai Demokrat (PD) yang bergerak di bawah tanah untuk menyingkirkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan mengkudeta adalah sebuah keniscayaan yang tidak akan pernah berhasil. Sebab pergerakan senyap mereka bagai mimpi yang takkan pernah kesampaian.

Kenapa? Pasalnnya pertama, AHY terpilih menjadi Ketua Umum Partai berlambang Mercy itu melalui mekanisme pemilihan dari semua kader PD lewat Musyawarah Nasional (Munas) seluruh Indonesia, sehingga legalitas kepemimpinan AHY sah sesuai amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang kedudukannya selaku Ketua Umum (Ketum) tidak dapat diganggu gugat.

Kedua, sangat aktif mengurus PD hingga turun ke daerah-daerah untuk membangun dan mengembangkan PD yang sempat terpuruk, dan ketiga, AHY adalah putera pendiri PD Susilo Bambang Yudhoyono yang hingga saat ini sebagai Ketua Dewan Penasehat Partai Demokrat. Sehingga untuk merebut kursi AHY, ibarat memanjat tebing curam dan cadar yang sulit untuk ditaklukan, karena masih banyak pengurus dan kader solid mempertahankan kepemimpinan Mas AHY yang siap pasang dada membelanya,termasuk organisasi sayap partai, Bintang Muda Indonesia (BMI).

Pertanyaannya, kenapa saat pemilihan hingga pelantikan AHY tidak ada satu kaderpun yang menggubris, apalagi menggugat hasil pemilihan untuk dianulir?

Jadi menurut hemat penulis, upaya pihak-pihak yang ingin melengserkan AHY dari kursi Ketum PD sia-sia belaka, bahkan melanggar hukum.

Sebaiknya kelompok barisan sakit hati yang hendak mengurusi PD lebih baik lagi, menunggu periodesasi pemilihan Ketum berikutnya, atau membentuk partai baru, sebab tidak akan mungkin ‘mimpi’ mereka terkabul, bila melakukan cara ilegal. Jangankan melalui kudeta, Musyawarah Nasional Luar Biasa pun tidak ada jalan.**