Herman Tewas di Sel Tahanan Polres Balikpapan?

Balikpapan, Jurnalsepernas – Kematian Herman alias Hendrik Bin Sunuddin di sel tahanan Kepolisian Resor (Polres) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (7/12) lalu, kondisinya sangat menggenaskan sehingga, tidak diterima keluarga korban. Pasalnya, sekujur tubuh mayat alharhum hitam lebam diduga mendapat penganiyaan berat dari petugas Polres Balikpapan hingga nyawanya melayang.

Menurut keluarga almarhum yang minta jati dirinya tidak di mediakan, Herman dijemput di kediamannya, Borobudur Muara Rapak Balikpapan Utara, Sabtu (6/12) dengan tuduhan pencurian Telepon Seluler (Ponsel) yang kejadiannya sudah berlangsung lama.

Lanjut sumber, sekitar pukul 11.00 Wita pihak keluarga menjenguk membawakan makan siang namun, oleh petugas tahanan setempat, melarang menemui tahanan dengan alasan masih berlangsung pemeriksaan dan pengembangan sehingga, tidak bisa diganggu.

Malam harinya, keluarga dan para sahabat almarhum mendatangi kembali Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Balikpapan dengan maksud yang sama (Menjenguk dan membawakan makanan, red.) namun, lagi-lagi tidak diperbolehkan oleh petugas jaga dengan ekspresi atau gelagak mencurikan sehingga, pihak keluarga mendesak tentang kondisi Herman.

Setelah terjadi perdebatan, petugas menjelaskan bahwa, orang yang mereka ingin temui itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan akibat penularan Corona Virus Disease 19 ( Covid-19) namun, pihak keluarga tidak yakin Herman tertular Covid-19 karena, pada saat di tangkap almarhum sehat bugar. Maka mereka pun berurusan dengan pihak Rumah Sakit untuk mengetahui keadaan sebenarnya tentang penyebab pasien hingga masuk Rumah Sakit.

Karena sudah menjadi mayat pihak keluarga membawa pulang dan setelah dimandikan, keluarga mendapat kenyataan, sekujur tubuh almarhum hitam lebam seperti dikena sengatan listrik dan luka-luka, sementara pihak Polres Balikpapan hingga berita ini tayang, bungkam seribu bahasa.

Akibat adanya luka-luka parah itu, pihak keluarga yakin, almarhum selama berada di sel tahanan mendapat siksaan atau kekerasan fisik berat dari petugas yang menyebabkan Tahanan Herman menghembuskan nafas terakhir di sel tahanan Polres Balikpapan.

Dari kejadian kematian itu, pihak keluarga tidak menerima dan menganggap tindakan biadab dari pelakunya dan keluarga akan terus berjuang ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) meminta Kapolres harus bertanggung jawab dan petugas yang terlibat harus ditindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku demi keadilan dan tegaknya hukum di negara Pancasila yang tercinta ini.
Pewarta: Andi Momang, Editor: Loh