Telikung RAB, SMP Satap 6 Rumbia, Patut di Bongkar

Jeneponto, jurnalsepernas.com
Rehabilitasi Ruang Guru beserta perabotnya satu unit bantuan pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020, yang pelaksanaannya secara swakelola dengan melibatkan Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) sebagai pelaksana kegiatan dengan anggaran Rp.105.000.000, dipertanyakan mutu kerjanya.

Pasalnya, hasil investigasi dari lembaga Koalisi masing-masing; Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pers Reformasi Nasional (DPC-SEPERNAS) Jeneponto dan Gerakan Rakyat Anti Korupsi Republik Indonesia (GERAK RI) pada, (23/10) yang disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 6 Satu Atap (Satap) Rumbia, Usman, S.Pd, M.Pd, tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kepsek berdalih, semua bahan konstruksi sudah sesuai dengan RAB. “Setiap pemakaian bahan konstruksi itu, terserah saya dan tidak mesti harus ditentukan di RAB,” tantangnya.

Menurut Ketua DPC-Sepernas Jeneponto, M Arif K dan Wakil Ketua Gerak RI, Syamsuddin, satu item bantuan pekerjaan Rehabilitasi (Rehab) ruang guru itu diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal atau RAB.

Sementara Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Propinsi Sulawesi Selatan, Hasan Anwar bersama Tim Koalisi DPC-SEPERNAS Jeneponto dan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK RI) kembali menyambangi SMP Negeri 6 Satap Rumbia Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan Senin, (23/11) untuk melihat secara langsung pekerjaan tersebut, guna mengklarifikasi dan memastikan kembali, apa yang menjadi temuan dugaan dari Tim Investigasi Koalisi sebelumnya, namun Kepsek Usman sama sekali tidak berada ditempat, demikian halnya P2S yang ingin ditemui tidak berada juga di lokasi kegiatan.

Hingga berita ini tayang, Kepsek Usman belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut tentang pekerjaan satu item yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan awal RAB.

Untuk itu lembaga koalisi berharap kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Fasilitator proyek agar membongkar bangunan tersebut karena, menelikung atau menyalahi RAB. Pewarta:Arif, Editor: Loh