Kepsek Tak Peduli Kondisi Sekolah

Jeneponto, Jurnalsepernas – Mengamati kondisi Sekolah Dasar Inpres (SDI) 63 Allu 2 yang berlokasi di Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan sudah tidak layak plafon dan meja belajarnya.

Hal ini disebabkan Kepala Sekolah (Kepsek) Rahma Dg. Kaca, S.Pd diduga tidak peduli terhadap kondisi sekolahnya, dimana dia sudah menjabat kurang lebih satu tahun.

Hasil pantaun Jurnal, selama se tahun lebih itu, Kepsek tidak nampak melakukan perbaikan pembangunan fisik, utamanya plafon yang nampak bocor dan meja sekolah sudah tidak layak di pakai, padahal anak didik maupun para pendidik dan tenaga kependidikan, harus mendapat suasana aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas belajar dan mengajar.

Beberapa kalangan masyarakat setempat menilai, Kepsek Rahma berlaku cuek alias tak peduli menerima kenyataan itu. Dalam kondisi demikian, para orang tua murid khawatir anak-anak mereka ditimpa plafon yang sudah lapuk.

Menurut keterangan salah seorang warga yang namanya minta tidak di mediakan, malah Kepsek Rahma sibuk mengurusi tanahnya orang yang ada di belakang sekolah. Seperti Tajuddin Tawang wartawan Jurnalsepernas misalnya, memiliki tanah belakang sekolah itu berdasarkan alas hak Akta Jual Beli (AJB) dan sudah terbit Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) ketika membangun rumah, Rahma menegur sembari mengomel tak karuan. Dia mengklaim bahwa lokasi itu milik sekolah tanpa memperlihatkan alas hak atau bukti kepemilikan yang sah.

Menurut penjelasan ahli waris pemilik tanah, Supi dan Raja, lahan sekolah tersebut, belum dibayar hingga sekarang, bahkan diukur pun tidak pernah dilakukan, artinya bangunan sekolah tersebut diduga ilegal karena, tanpa AJB dan tanpa alas hak kemilikan sertifikat.

Kuat dugaan dengan ngototnya Rahma mengklaim dan memperjuangkan tanah-tanah yang ada di belakang sekolah dan sekitarnya, buat keperluan pribadinya sementara kondisi sekolah di abaikan, terlebih bujang sekolah tidak pernah di fungsikan. Pewarta: Tajuddin, Editor: Loh