Koalisi LSM Polisikan Kepsek SMPN 2 Bangkala

JENEPONTO, JURNALSEPERNAS.COM-
Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kaharuddin, S.Pd yang akrab disapa Kahar, resmi dilaporkan di Kepolisian Resor (Polres) Jeneponto oleh tiga lembaga Koalisi LSM dan Wartawan pada, Rabu (2/12) dan tiga lembaga tersebut, menunjuk kuasa hukum/pengara masing-masing lembaga untuk mendampingi.

Inti pelaporan tersebut, terkait berita yang dilansir Media Surat Suara Rakyat Turatea, lalu diviralkan di Media Sosial Facebook (Medsos FB) dimana Kaharuddin selaku Kepsek SMPN 2 Bangkala Jeneponto menjadi narasumber, menuding Ketua LSM-LPK, Hasan Anwar dan tiaga orang temannya, meminta uang Rp.20 juta secara paksa terkait dugaan pekerjaan rehabilitasi sekolah menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Kaharuddin dalam keterangannya di Media Surat Suara Rakyat Turatea memaparkan, Anwar yang pengakuannya LSM-LPK dan tiga orang temannya meminta uang Rp.20 Juta, karena tidak kasih, makanya bikin berita yang ingin menjatuhkan Kahar.

Lanjut Kahar celotehnya di media, Anwar dan tiga prang temannya terperangkap oleh kepintarannya sendiri mengancam orang tapi, salah sasaran. Mereka berempat kata Kahar, menunggu uang Rp.20 juta yang mereka minta itu selama kurang lebih dua pekan, namun uang itu tidak berhasil mereka dapatkan karena, memang hanya cara Kahar untuk mengetahui, apa maksudnya sehingga, mereka menganggap semua yang dikerjakan itu tidak sesuai dengan spesifikasi. “Sementara kalau ditantang untuk menemui Toko Bahan Bangunan, mereka mengalihkan pembicaraan,” ujar Kahar sebagaimana pemberitaan media.

Lanjut keterangan Kahar dalam berita tersebut, bukan diduga tidak sesuai RAB tapi, tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. “Tidak sesuai dengan kamu harapkan. Bahagianya itu hatimu, waktu saya janji bahwa nanti cair baru saya kasih, padahal saya hanya mau tahu bahwa kamu itu pemeras dan Alhamdulillaah saya berhasil,” papar Kahar di media.

Atas tudingan pemerasan yang digiring Kahar melalui media massa dan diviralkan di medsos Fb, Kahar di polisikan dengan delik pencemaran nama baik akibat unggahannya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11/2008 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat 3.

Terkait ujaran Kahar tersebut, di Mapolres Jeneponto, Hasan Anwar kepada Jurnalsepernas, menampik tudingan yang dilontarkan Kepsek Kahar tersebut, bahwa apa yang dikatakannya tidak benar semuanya. “Dia Kahar membolak-balikkan fakta dan menuduh kami memeras, sementara kami tidak pernah melakukan itu. Kaharuddin sebagai Kepala SMPN 2 Bangkala Jeneponto sebenarnya yang memohon dan menawarkan sejumlah uang kepada saya untuk tidak menindaklanjuti dugaan temuan tim kami supaya tidak menyampaikannya kepada fasilitator dan PPTK namun, tawaran Kahar saya tolak,” ungkap Anwar.

Ditempat yang sama, Ketua DPC-Sepernas Jeneponto, Arif mengatakan, Kaharuddin itu tidak sadar dan bicaranya tidak beretika yg sama sekali tidak menggambarkan dirinya sebagai seorang pendidik yang harus jujur dan transparan. Pewarta: Arif, Editor: La Ode Hazirun