Leksi tak Beretika Usir Wartawan

SoE, Jurnalsepernas – Terkait pemberitaan Jurnalsepernas. com dengan judul “Preman Kampung Lecehkan Wartawan” adalah pilihan kata atau bahasa yang media kami, untuk mengkritik perbuatan saudara Leksi yang berlagak ala preman dan tidak beradab lawannya biadab.

Karena tidak memahami akan tindakan dan perbuatannya, saudara Leksi berang dan menuding berita tersebut, melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ) lalu kemudian mengadu ke Forum Wartawan (Forwan) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang direspon sekretaris, Paul Papa Resi membela mati-matian Leksi seolah dia tidak bersalah dan dalam pemberitaan VoxNtt.com berani mengeluarkan statement, berita Jurnalsepernas.com tidak memenuhi kaidah jurnalistik sehingga, Paul menilai berita tersebut, hanya opini. Padahal waktu kejadian sudah jelas dalam berita, Selasa (17/11) dan tempat kejadian di rumah Yohanes Tomonod oknum Kepsek yang hendak dikonfirmasi Tim Wartawan terkait dugaan penggunaan dana BOS yang tidak transparan. Media mereka NewsTipikor dan Jurnalasepernas yang tergabung dalam organisasi pers Sepernas.Dan pada beberapa media online Leksi dikultuskan sebagai tokoh pemuda yang kelakuannya kontradiktif.

Pertanyaannya saudara Leksi dan Paul. Di pasal mana berita tersebut melanggar KEJ dan kalimat mana yang dianggap opini? Tolong jelaskan karena, saudara Paul mau menggurui kami akan diberikan pelatihan jurnalistik.

Baiklah kami akan menggunakan bahasa elok buat Leksi, supaya saudara tidak meradang yakni; kata preman diganti tidak beretika dan biadab diganti dengan kata tidak sopan.Jadi kalau dirangkai, “Leksi tidak beretika dan tidak Sopan Lecehkan Wartawan. Kenapa, karena mereka yang datang sebagai wartawan dijamin oleh UU Dasar 1945 Pasal 28 (f) dan UU 40/1999 tentang pers Pasal 1 ayat 1 dibekali kartu pers dan surat tugas memiliki media namanya Newstipikor dan Jurnalsepernas yang dinaungi organisasi pers, Serikat Pers Reformasi Nasional (Sepernas) hendak menemui Kepala Sekolah yang kebetulan bernama Yohanes Tamonob di kediamannya karena, sekolah belum buka dan surat mereka tidak dijawab Yohanes untuk konfirmasi seputar penggunaan dana BOS, lantas saudara hadang di halaman lalu mengusirnya sembari mengata-ngatai secara kasar. Dimana sifat ketokohan dan moralitas saudara?

Saudara Leksi, Undang-Undang No: 40/1999 Tentang Pers, Pasal 1 (4), Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan Kegiatan Jurnalistik. Dengan undang-undang ini, ada hak kebebasan insan pers selaku agen informasi dalam mencari berita, sebagainama fungsinya mencakup; sebagai media informasi, pendidikan, infotainmen, dan kontrol sosial.

Wartawan dalam menjalankan fungsinya dilindungi hukum dan undang-undang sehingga, siapapun yang berani menghambat dan menghalangi wartawan dalam mencari berita, akan dikenai Pasal 18 (a) UU 40/1999 dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya dua tahun dan denda Rp.500 juta.

Terkait dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang melibatkan Kepsek, Yohanes Tamonob, Jurnalsepernas.com akan mengulas tersendiri yang bekerjasama dengan ketua komite sekolah SD GMIT Kualeu, Soleman Missa dan Inspektorat TTS, bila terbukti, Yohanes masuk bui. Jangan main-main dana BOS uang negara berasal dari rakyat Pewarta: Rusmin, Editor: La Ode Hazirun.