Independensi Sekretaris Forwan TTS Dipertanyakan

Makassar, Jurnalsepernas – Pemberitaan VoxNtt.Com Edisi Senin (23/11/2020) yang melansir pernyataan Sekretaris Forum Wartawan Timor Tengah Selatan (Forwan TTS), Nusa Tenggara Timur, Paul Papa Resi menuai polemik dari Managemen Media Online Jurnalasepernas.com. Betapa tidak, Pasalnya pemberitaan Media ini, Sabtu (21/11) dengan judul “Preman Kampung Lecehkan Wartawan?” dinilainya sama sekali tidak memenuhi kaidah jurnalistik yang mempertanyakan kejadiannya dimana dan kapan, sehingga saudara Paul berkesimpulan sebagai tulisan opini.

Perlu saudara Paul ketahui, tereksposnya berita itu karena, sebab akibat ulah Lexy Tamonob mengusir tiga orang pencari berita dari Organisasi Serikat Pers Reformasi Nasional Cabang TTS yang dibekali Kartu Pers dan Surat Tugas Peliputan dan masing-masing mempunyai media yakni; Newstipikor dan Jurnalsepernas. (Untuk lebih detail kejadiannya silakan saudara Paul dengar rekamannya pada mereka, red.).

Dalam pemberitaan sudah jelas, tiga orang wartawan tersebut, hendak melakukan konfirmasi kepada oknum Kepala Sekolah yang kebetulan namanya Yohanes Tamonob terkait dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di kediaman yang bersangkutan karena, sekolah belum dibuka dan surat mereka tidak dijawab Yohanes.

Sehubungan hal tersebut, tim wartawan yang tergabung dalam Lembaga Sepernas hendak menemui Kepsek Yohanes di kediamannya namun, masih di pekarangan sudah dihadang Lexy Tamonob sembari mengusir paksa ala preman tidak Sopan (beradab) lawannya biadab.

Bila ditelaah lebih dalam gaya penulisan beritanya. Apanya yang salah? Tolong jelaskan saudara Paul. Sebab unsur kaidah jurnalistiknya sudah terpenuhi yakni; azas praduganya sudah ada, dimana kejadiannya sudah ada, kapan kejadiannya sudah ada, dan peristiwanya sudah ada yaitu; pengusiran secara paksa termasuk pelecehan jurnalistik yang di dalam UU 40/1999 Pasal 18(a) diancam pidana setinggi-tingginya dua tahun denda Rp 500 juta karena, menghambat dan menglangi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Pertanyaannya disini. Kenapa saudara Paul selaku wartawan yang tergabung Forwan TTS dalam pemberitaan VoxNtt.com, membela orang salah alih-alih bukan wartawan? Paul bak menghunus pedang menantang rekan seprofesi. Apakah karena pertemanan secangkir kopi? Lantas menepuk air di dulang kepercik muka sendiri juga karena, kita sama-sama insan pers.

Disini patut dipertanyakan independesi dan profesionalitas saudara Paul di bidang pers. Seharusnya saudara Paul menasehati Lexy Tamonob bahwa tindakan rekannya itu salah dari segi UU Pers, begitu dari segi agama yang harus menghargai orang tua, bukan mengusir dan mengata-ngatai seperti penjahat, toh mereka tidak mencari sumbangan tapi, lebih menjalankan tugas jurnalistik yang dijamin oleh UU Dasar 1945 Pasal 18(e) dan UU 40/1999 serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Untuk itu saudara Paul kalau anda wartawan hebat sesuai statemennya dalam berita akan memberi pelatihan pada wartawan Jurnalsepernas, tolong tunjukkan yang mana tidak memenuhi kaidah jurnalistik, di anggap opini, dan dimana pelanggaran KEJ. Pewarta: Rusmin, Editor: La Ode Hazirun