Proyek Siluman Gentayangan di Alun-Alun MDS?

Takalar, Jurnalsepernas – Proyek yang ada di Lapangan Makkatang Daeng Sibali (MDS) atau alun-alun Kota Takalar, Sulawesi Selatan dinilai proyek siluman. Betapa tidak, karena keberadaannya tidak jelas dari mana sumber dananya dan pengguna jasa atau instansi yang lelang proyek tersebut, tiba-tiba gentayangan di alun-alun tersebut.
Nampak ada pekerjaan proyek di Tempat Bermain Anak, yang diduga bak proyek hantu siluman karena, sama sekali tidak ada tanda papan informasi di sekitar pekerjaan proyek sesuai pantauan wartawan dan tim investigasi JurnalSepernas, Senin (26/10).

Sehubungan hal itu, pelaksana Proyek duduga melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) peraturan ini adalah mewujudkan penyelenggaraan serta penggunaan keuangan negara secara terbuka sebagai bagian dari hak publik untuk memperoleh serta mengetahui Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Salah satu pekerja ketika dikonfirmasi mengatakan, pekerjaan itu sebagai wahana tempat bermain anak namun, dia tidak mengetahui, berapa anggarannya? “Saya cuma pekerja harian pak, yang disuruh sama salah satu pegawai pegadaian di Makassar atas nama (RN) yang punya proyek,” ujarnya.

Di sisi lain, motor viar tanpa plat nopol bertuliskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diduga milik Dinas Kebersihan, Lingkungan Hidup dan Pertanahan Takalar yang mengangkut material bekas bongkaran proyek yang tanpa identitas itu.

Menurut pengemudi motor viar mengaku hanya disuruh oleh pegawai Dinas Bebersihan yang berinisial DKL. “Iye’ pak, saya hanya disuruh DKL salah satu pegawai Dinas Kebersihan untuk mengangkut material ini,” imbuhnya.

Sementara itu, tim Investigasi dan Monitorin Jurnalsepernas, Samsuddin Rala menyayangkan keberadaan proyek tersebut, disebabkan dalam kondisi pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19 saat ini, masih ada saja proyek tak jelas dari mana anggarannya.

Dia mengatakan, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengintruksikan agar lebih mengutamakan menganggaran penanganan penanggulangan Covid -19 daripada menganggarkan proyek-proyek yang tidak ada hubungannya dengan penanganan bencana virus Corona saat ini dan juga proyek itu terkesan abal-abal, tak jelas dari dinas mana dan dari mana pula sumber anggarannya. “Seperti hantu siluman yang gentayangan di lapangan tanpa ada papan informasi dipajang,” akunya.

Hingga berita ini turun, pelaksana dan pengguna proyek, belum bisa dikofirmasi berhubung tidak jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)nya.Pewarta: Abd Rauf Ampa, Editor: La Ode Hazirun.