Mutasi Kapolres Gowa, Masyarakat Merasa Kehilangan

Sungguminasa, Jurnalsepernas – AKBP Boy Samola FS, S.ik. SH, sebaris nama yg mungkin bukan karena jabatan tetapi, kepemimpinannya yang tegas dan lugas, sehingga rakyat Gowa merasa kehilangan.

Dia telah mengubah cara pandang masyarakat akan arti sebuah Instansi Polri. Dia pun telah menabur kebaikan yang mungkin selama ini masyarakat merindukannya karena, adanya rasa kedekatan emosional dengan Kapolres yang juga dianggap sahabat mereka di tubuh Polri.

Seorang Kapolres hadir di setiap waktu, tanpa kenal lelah, tanpa batasan kepada siapapun yang ingin melihat Gowa jauh lebih baik, sungguh sebuah niatan yang tulus ikhlas terpatri dari pengabdian AKBP Boy Samola selaku Kapolres Gowa, Sulawesi Selatan.

Bukan waktu yang lama dirasakan masyarakat Gowa dalam menjalin kerjasama. Mereka masih membutuhkan pembinaan Kapolres sebab, masih banyak tugas yang belum terselesaikan, dimana amanah alam yang Kapolres antar buat masyarakat Gowa masih dibutuhkan.
Kapolres belum selesai memenuhi kebutuhan pembinaan terhadap Instansi yang dia pimpin di Gowa, yakin anggota Polres dan jajaran Polsek hingga Bimmas, masih membutuhkan wejangan darinya, sungguh mereka dan masyarakat Gowa merasa kehilangan terhadap sosok yang memiliki kepedulian yang tulus dan ikhkas.
Boy Samola belum cukup rasanya edukasi yang diberikan ke masyarakat Gowa, tapi sisi tanggung jawab di Instansi tempat di mana dia mengabdi, lebih membutuhkan amanah demi pencapaian kinerja di bidangnya.

Oleh karenanya, mari berharap
semoga perjalanan kariernya lebih cemerlang, senantiasa dalam keadaan sehat wal-afiat, selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di tempat terpisah,
Ketua Umum (Ketum) Poros Rakyat Indonesia di Markas Besar (Mabes)nya mengatakan, se cinta dan sedekat apapun masyarakat terhadap sosok sahabat, saudara ataupun seorang pemimpin, sesungguhnya semua itu bagian dari Do’a buat AKBP Boy Samola.

Dia telah cukup mengambil hati masyarakat Gowa karena, yang dia lihat atas pribadinya Boy, hadir bukan karena memandang jabatan, tapi lebih kepada kebaikannya yang diantar untuk dimaknai sebab, dia sosok pemimpin yang mengangkat amanah alam, bahwa kebaikannya dirindukan oleh semua mahluk, khususnya masyarakat Gowa yang dikenal Religius.

Atas pemutasian Kapolres, Ketum Poros Rakyat merasa kehilangan, pihaknya merasa bahwa, ini bak buah simalakama, dipertahankan tetap menjadi bagian dari masyarakat Gowa, sementara Boy wajib melanjutkan jenjang karirnya. “Mari kita semua berdo’a yang terbaik buat Bapak Boy Samola, semoga dalam menempuh karirnya dan semoga ke depan bisa hadir lagi di Sulsel dengan tugas dan amanah yang lebih mampu lagi membantu 0masyarakat Sulsel dan Gowa pada khususnya,” ujar Ketum Poros Rakyat Indonesia, sembari mengatakan, yang jelas pihaknya bangga mengenal AKBP Boy Samola FS. S.ik S.H.
“Hormat kami buat beliau, beliau sahabat terbaik yg pernah ada, memberi pandangan bijak dan buah pikiran yang selalu mengedepankan pesan-pesan bahwa negeri ini butuh penyatuan sikap, NKRI Harga Mati,” tutupnya.Editor: Bahtiar, Pewarta: M Jafar Siddiq Dg Emba.