Oknum Kades Silet BDD?

GALESONG, JURNAL SEPERNAS– Berbagai cara untuk mengebiri, serta mengibuli, hak-hak rakyat yang kerap dilancarkan oleh oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab.
Seakan-akan Bantuan Dana Desa (BDD) menjadi sasaran empuk di duga di silet untuk menambah isi pundi-pundinya, dengan cara merampok uang rakyat. Jelas hal ini merupakan tindakan melawan hukum yang dinilai di luar nalar sehat, demi meraut keuntungan pribadi bersumber uang haram.

Sangat disayangkan seorang oknum Kepala Desa (Kades) yang diberi amanah oleh rakyat untuk memegang kendali pemerintahan di desanya, diduga keras merugikan Negara rentan waktu anggaran 2019 lalu.

Berkaitan hal itu, Jurnalsepernas berhasil menyambangi Burhanuddin Miala, Kades Pa’rasangan Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (5/10) untuk dikonfirmasi terkait penggunaan bantuan BDD dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 yang mengaku sama sekali tidak diketahuinya. “Saya tidak tau pak, kalau masalah keuangan, saya cuma menandatangani saja,” jelasnya kepada tim Jurnal sepernas.

Dari hasil investigasi dan monitoring di lapangan, jurnal sepernas menemukan beberapa item pekerjaan diduga terjadi mark-up (Penggelembungan Anggaran), diantaranya; pengadaan sapi, dengan anggaran Rp70 juta untuk sepuluh ekor yang terealisasi hanya lima ekor.
Selain itu, pengadaan pos ronda dua unit dengan anggaran Rp 10 juta, realisasi hanya satu unit yang di bangun di Dusun Bonto Kanang, sementara satu unit lagi yang terletak di Dusun Romang Sapiria di duga fiktif.
Demikian halnya pembuatan Jalan Usaha Tani (JUT) yang terletak di Dusun Bonto Kanang diduga keras terjadi pula mark-up besar.

Hal tersebut, dibenarkan pula salah seorang tokoh masyarakat, yang cukup berpengaruh, yang enggan dipublikasi namanya, saat ditemui di kediamannya, Senin (12/10) mengatakan, dirinya sangat berharap agar Tim Tipikor bertindak sesuai Undang-Undang yang berlaku. “Saya berharap, agar para penegak hukum tidak tebang pilih, apabila terbukti segera sikat, dan proses hukum,” akunya. Editor: Rusmin,
Pewarta: Abd Aziz.