Proyek Irigasi Dinilai Mubazir

SUNGGUMINASA, JURNAL SEPERNAS-Sangat disayangkan kucuran dana senilai; Rp.195 juta untuk pembangunan peningkatan jaringan irigasi dinilai mubassir.

Pasalnya, pembangunan irigasi yang berlokasi di Desa Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, lebih rendah dari pada permukaan sawah, hal ini sangat dikeluhkan warga setempat.Salah seorang warga setempat yang sempat ditemui Jurnalsepernas, Selasa (3/10) yang enggan dipublikasi namanya, mengaku sangat kesal. “Ini irigasi pak, nanti kita pake timba baru bisa mengairi sawah. Kita lihat saja pak sawah lebih tinggi dari pada irigasinya,” ujar warga yang juga petani setempat.

Di lain tempat, Jurnalsepernas berhasil menemui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Borisalama membenarkan hal itu. Dirinya mengaku, sudah menyanpaikan kepada pihak terkait jauh sebelum proyek ini dikerjakan namun, tidak mendapat respon dari pihak Balai Besar Sungai Pompengan Je’neberang. “Saya sudah menemui pihak pelaksana proyek di salah satu pertemuan namun, tidak direspon,” tutur Basalama daeng Maliang selaku ketua P3A.

Dengan kondisi demikian, sebagian besar warga tani setempat menilai, pembangunan peningkatan jaringan irigasi dengan anggaran ratusan juta rupiah dianggap proyek mubazir karena, pada dasarnya. “Seharusnya setiap kucuran dana yang bersumber dari pemerintah, baik termasuk dari Balai Besar Sungai Pompengan itu sendiri sejatinya diperhitungkan azas manfaatnya, agar dana tersebut, tepat sasaran dan tepat guna,” tandas Basalama yang amini beberapa warga tani Rk 04 Rt 01 Dusun Borisalama. Editor: Rusmin,
Pewarta: Abdul Aziz.