Ramai Jual Beli Kios di Pasar Allu

JENEPONTO, JURNAL SEPERNAS– Belakangan ini terjadi pro dan kontra di kalangan para pedagang soal penataan Pasar Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut, di karenakan data nama-nama pedagang yang telah dicatat oleh mantan Kepala Pasar Allu, Muh. Asdar Nur, sudah tersusun rapi lalu diubah oleh oknum Depkolektor tagihan bulanan, Lolo, tanpa ada musyawarah dari anggota asosiasi, ketua, dan para pedagang yang ada di Pasar Allu.

Menurut mantan Kepala Pasar Allu Muh. Asdar Nur, banyak sekali pedagang pasar yang sudah lama menjual di dalam, tetapi tidak dapat kios pada bangunan yang baru, yang seharusnya di prioritaskan kepada mereka. “Pedagang lama inilah yang banyak mengadu sama saya,” ujar Asdar.

Lanjut Asdar, setelah dia telusuri, ternyata betul demikian adanya. “Ternyata ada perubahan data nama-nama pedagang yang telah saya catat dan sudah tersusun rapi karena, saya utamakan pedagang yang sudah lama menjual di dalam, dan itu disepakati bersama oleh pedagang maupun pengurus pasar,” ungkapnya.

Menurut sumber yang minta jati dirinya tidak dimediakan, perubahan data nama-nama tersebut, dilakukan diduga atas inisiatif sendiri tanpa melalui musyawarah dari pihak terkait, kuat dugaan dia mengutamakan pedagang baru yang rata-rata keluarganya. “Pada saat itulah terjadi jual-beli kios atau sogok- menyogok yang ada di Pasar Allu,” tandas sumber.

Ditambahkannya, kios yang baru telah diperjual belikan dengan harga Rp 7 juta hingga Rpb18 juta. Untuk diketahui, ada salah seorang pedagang Pasar Allu, Murni/Nurmi konon dia Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli kios seharga Rp 18 juta kepada Lolo, hal itu dia akui.

Ketika Murni dikonfirmasi oleh awak media ini soal pembelian kios, dia mengakui telah membayar kepada Lolo senilai Rp 18 juta. Hal itu terjadi karena, Lolo mengaku kepala pasar. “Saya berani membayar karena, Lolo mengaku dirinya kepala pasar di sini,” tandas Murni.

Terpisah, hasil konfirmasi pada saat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Jeneponto, Drs. Muh. Jafar, M.SI, saat melakukan kunjungan pemantauan aktifitas pedagang di pasar Allu, Kamis (17/9) menegaskan, terkait kios bangunan baru di Pasar Allu, tidak ada transanksi jual-beli kios di pasar tersebut, pemerintah murni menyiapkan sarana dan prasarana perdagangan untuk kepentingan pedagang.

Lanjut Jafar, pemerintah hanya melakukan pengadaan untuk di nikmati dan dimanfaatkan oleh pedagang sebagaimana mestinya. “Jadi jangan sampai ada pihak yang sengaja ingin membuat informasi yang sifatnya hoax, kebohongan, demi mereguk pencitraan, itu adalah tidak benar, karena selalu saya sampaikan bahwa, kios ini dibagi secara gratis kepada pedagang, khususnya pedagang lama yang menjadi preoritas utama, dengan tetap mengikuti prosedur dan mekanisme yang ada,” tegas Jafar.

Ditambahkannya, terkait pendataan nama-nama pedagang yang akan mendapatkan kios itu adalah data dari petugas pasar. “Kami tidak tau menahu tentang pendataan nama-nama pedagang, karena, itu adalah tugas kepala pasar, yang tau yang mana pedagang lama dan yang mana pedagang baru, kami hanya menerima data dari kepala pasar atau dari depkolektor untuk memberikan surat keterangan,” pungkas Jafar.
Editor: La Ode Hazirun, Penulis:Tajuddin.