Pengaduan Tertanggal 27 Juli 2020 Tidak Di Indahkan

BANTAENG, JURNALSEPERNAS
Kasus sengketa tanah kerap terjadi antara bersaudara, seperti yang dialami seorang Abdul Aziz Bin Jumada tanah yang diklain sebagai pemberian dari orang tuanya atau tanah warisan untuknya, kini jadi sengketa pasalnya tanah tersebut telah disertipikatkan oleh saudara kandungnya sendiri tanpa sepengetahuannya.

Dirinya menyampaikan kepada awak media ini pada hari rabu tanggal 26 Agustus 2020 tepatnya disekitar tanah tersebut yang terletak di Dusun Tombolo Eja, Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa Kabupaten Bantaeng bahwa setelah hal ini diketahuinya langkah persuasip yang tempuh dan mendatangi saudaranya untuk diatur secara kekeluargaan namun hal itu tidak di indahkan saudaranya, pungkasnya.

Pada tanggal 27/07/2020 dirinya mengadukan hal ini kepemerintah Desa Bonto karaeng H.Aripuddin p. selaku Kepala Desa diruangan kerjanya menerima laporan tersebut dan ditindak lanjuti dengan surat pemanggilan kepada terlapor “Bia Binti Jumada” tertanggal 27/07/2020 dengan Nomor Surat 306/BTK/KSN/VII/2020 Selaku panggilan perdana yang dijadwalkan pertemuan pada tanggal 03 Agustus 2020 pukul 9.00 Wita. Terlapor tdk menghadirinya.

Pada tanggal 03/08/2020. Dilayangkan panggilan kedua dengan Nomor surat 323/BTK/KSN/VIII/2020. Dengan jadwal pertemuan tanggal 12/08/2020 Jam 09.00 Wita. Panggilan keduapun tak indahkan.

Maka panggilan ketiga pun dilayangkan dengan penuh harap pemerintah Desa agar terlapor hadir, agar masalah ini terselesaikan dengan baik, namun lagi-lagi terlapor tidak hadir memenuhi panggilan dengan Nomor Surat 337/BTK/KSN/VIII/2020 dengan jadwal pertemuan tanggal 24/08/2020 jam 09.00 Wita.
H.Aripuddin sangat menyayangkan ketidak hadiran terlapor, dengan proses pemanggilan bertahap sampai tiga kali dan diperkirakan kasus ini naik kelevel pemerintah atasannya dalam hal ini pemerintah kecamatan ungkapnya kepada awak media ini.

Pelapor pun meminta kepada pemerintah agar segerah menerbitkan surat pengantar kejenjang yang lebih tinggi bahkan pelapor mengancam terlapor apabila proses pada pemerintah kecamatan tidak dindahkannya maka kasus ini sampai di pengadilan Negeri Bantaeng.

(Penulis Abdul Aziz)