Sejumlah Pemuda bawa Senjata Shuriken ala Ninja Di Amankan

MAKASSAR, JURNALSEPERNAS– Walaupun pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia belum usai dan menuju tatanan hidup baru, nampaknya tidak sedikitpun menyurutkan sekelompok pemuda yang kerap kali meresahkan masyarakat. Pasalnya, mereka seringkali berkeliaran setiap malam sambil membawa senjata tajam. Kata Geng Motor dan begalpun menjadi viral tak bertuan alias murni Premanisme binti Kriminal.

Berkat kesigapan pihak Kepolisian melaksanakan Operasi Cipta Kondisi Polsek Mamajang Polrestabes Makassar di bawah Komando Akp. Ivan Wahyudi,.SH,.SIK, (Kapolsek Mamajang) telah berhasil mengamankan beberapa anak muda dan senjata tajam lengkap dengan kendaraan balapnya ditambah aroma mewangi minuman alkohol saat pelaku menghempas nafas.

TKP Jl.Anuang dan Jl.Inspeksi Kanal Kota Makassar menjadi perwalian dari catatan beberapa Pemuda menuju proses Meja hijau agar dijatuhkan keputusan palu seadil-adilnya dari kejahatan jalanan.

Adapun Barang bukti yang diamankan dari genggaman tangan beberapa Pelaku yakni :
– 6 (enam) senjata tajam jenis bentuk bintang SHURIKEN (Rakitan Senjata tradisional ala Jepang yang berbentuk seperti bintang yang dilemparkan kepada musuh atau sasaran, sebutan “Bintang Ninja”).
– 1 SPM merk Mio Soul warna hitam DD 2498 AJ.
– 10 (sepuluh) anak panah busur
– Mesin Gurinda 1(satu) set dan
– SPM merk Mio Sporty DD 6818 RE warna merah.

Disaat melakukan Pengembangan atas penyelidikan beberapa warga setempat agak kaget dan hendak melakukan pembelaan kepada para pelaku. Mereka menganggap di wilayahnya tak ada tempat untuk membuat senjata Shuriken alias bintang Ninja.

“Seperti (senjata tajam) ini kalo kena leher kira-kira bagaimana, pak? Mati anak orang Pak !!!, Shuriken, minuman keras dan lain sebagainya lengkap semua. Mending kita antisipasi dari sekarang. Biarkan polisi bekerja, Pak. Silahkan nanti bapak dan ibu bisa datang ke kantor Polisi. Sementara biarkan Polisi melaksanakan tugas untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Perwira Unit Resmob Polsek Mamajang Aiptu Zaenal sambil menunjukkan sejumlah senjata tajam yang dimaksud.

“Awalnya kami mobile hunting Penyisiran Pelaku Balap Liar dan Kejahatan lainnya di wilayah hukum Polsek Mamajang, sekitar pukul 04.30 Jumat dini hari tepatnya di Jl.Anuang kami mengejar dan mengamankan 3 Pemuda karena telah melakukan Perlawanan kepada Personil, bahkan melukai 2 anggota saya, yakni Aiptu Yunus (luka lecet pada bagian dada sebelah kiri karena lemparan shuriken dan menancap pada pakaiannya), dan Briptu Sulfil (luka gores jari telunjuk dan tengah pada tangan kiri akibat memegang pelaku saat hendak diamankan). Adapun inisialnya Lk, HS alias Jajjong (25 thn), dan Lk, RI alias Aldi, (18 thn), keduanya beralamat Jl.Inspeksi kanal dekat kantor lurah Mandala,

“Setelah melakukan penyelidikan alhamdulillah kami selanjutnya mengamankan 3 Pemuda yang sempat melarikan diri saat di kejar, yakni inisial Lk, Angga, (18 thn) alamat Jl.Banta-bantaeng, Lk, Rio Anugrah alias Rio, (18 thn), alamat Jl.Inspeksi kanal dekat kantor lurah Mandala, Lk, Ahmad Fadilla alias Lulu, (20 thn), alamat Jl.Inspeksi kanal dekat kantor Lurah Mandala”,

Berdasarkan hasil interogasi terhadap Pemuda tersebut, mereka mengakui bahwa dengan sengaja membuat senjata rakitan ala Shuriken bintang Ninja di salah satu rumah/bengkel Las di Jl. Inspeksi Kanal. Akhirnya kami menggrebek lokasi tersebut dan membawa beberapa barang bukti yang digunakan oleh Pelaku pada saat membuat senjata tajam yang dimaksud ala Bintang Ninja. Untuk maksud dan tujuan kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut

“Tangkap saja Komandan… Agar sekelompok pemuda tersebut diberi efek jera. Harus ada hukuman yang membuat mereka jera, kami melihat kalau begini… kami juga geram karena ulah mereka sudah sangat meresahkan di malam hari. Balapan liar modusji Pak, tidak menutup Kemungkinan mereka pelaku begal, untuk apa bede’ itu besi model bintang di pegang trus dibawa-bawa…addeh…baru tajamna kulihat Pak ??….bisa saya pegang pak ??” ujar salah satu Tokoh masyarakat Jl.Inspeksi Kanal yang tak ingin di sebutkan namanya.

Perlahan Matahari terbit di ufuk Timur pertanda menjelang Pagi. Pantauan awak Kamera Media mengikuti kegiatan Kepolisian Polsek Mamajang siap menjadi Saksi bahwasanya Kepedulian dan tanggung jawab personil Polri dalam menciptakan situasi kondusif di malam hari sangatlah luar biasa dimana pada saat itu pukul 04:30 wita masyarakat sedang menikmati lelap tidur di malam hari.

(Ahmad n)