Pemotongan Gaji Tunjangan Jadi Sorotan

JENEPONTO,JURNALSEPERNAS-Dugaan pemotongan gaji Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang lebih dikenal dengan tunjangan sertifikasi TK,SD dan SMP di kabupaten Jeneponto menuai kritikan dari sejumlah pihak, khususnya bagi guru-guru sertifikasi di daerah tersebut, tidak sampai disitu bahkan hal tersebut sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Jeneponto untuk ditindaklanjuti,Kamis (06/08/2020)

“Berdasarkan laporan dari Tim Koalisi LSM, akhirnya pihak kejaksaan Negeri Jeneponto mengeluarkan surat panggilan kepada sejumlah pihak yang diduga ada kaitannya dengan dugaan pemotongan TPG tersebut. Beberapa hari yang lalu, sejumlah kepala sekolah memenuhi surat panggilan tersebut dan hadir di Kejaksaan Negeri Jeneponto untuk memberikan keterangan terkait hal tersebut.

” Tim Koalisi LSM mengapresiasi gerak cepat Kejaksaan Negeri Jeneponto dan meminta kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, beserta jajarannya agar mengusut tuntas Mafia pemotongan gaji guru-guru sertifikasi mulai dari guru TK,SD,dan SMP, di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto yg sedang bergulir di Kejaksaan Negeri Jeneponto, terangnya.

Lanjut,”Perlu diketahui bahwa belakangan ini, sejak merebaknya informasi tentang adanya pemotongan Gaji Tunjangan Sertifikasi guru-guru dikabupaten Jeneponto, maka para guru di daerah sangat menyesalkan dan menyayangkan atas tindakan bendahara Gaji tunjangan sertifikasi guru Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Jeneponto, dan berharap adanya perhatian khusus terkait hal itu, karena jika hal seperti itu terjadi pembiaran, maka dikhawatirkan terjadinya penyimpangan dan tindakan kesewenang-wenangan yang lebih parah dari apa yang dialami saat oleh guru- guru Sertifikasi didaerah ini, harapnya.

“Sumarlin ,”bendahara Gaji Sertifikasi guru Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto yang dihubungi oleh Tim Koalisi LSM mengukui adanya pemotongan gaji tunjangan dimaksud secara bervariasi, kata Syamsuddin Nompo, sehingga diharapkannya agar penanganan dugaan tindak korupsi tersebut benar-benar diproses sesuai aturan yang berlaku, karena ia memandang bahwa tindakan ini adalah perbuatan yang disengaja dan bukan karena kelalaian, jelasnya.

“Demikian pula lanjutnya, Kepala Seksi Sertifikasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, yang juga dihubungi sebelumnya mengakui jika benar terjadi pemotongan gaji tunjangan Sertifikasi guru-guru di Jeneponto, sehingga diharapkannya agar pihak Kejaksaan Negeri Jeneponto mengusut secara tuntas kasus ini, siapa- siapa saja yang juga turut terlibat didalamnya, Tutupnya.

(Arif)