Masyarakat Belabori Melakukan Aksi 1000 Tandatangan Dalam Penolakan TPA

Belabori, Jurnalsepernas- Rencana Pemerintah Kab. Gowa dalam menempatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) / sampah di Desa Belabori, Kec. Parangloe, Kab. Gowa Prov. Sulawesi selatan. ( Senin, 28 Juli 2020 ).

Masyarakat Belabori Melakukan Penolakan terhadap rencana pemerintah Kab. Gowa dalam menempatkan TPA di Desa Belabori, dengan melakukan aksi 1000 tandatangan tanpa ada paksaan dan ini alasan masyarakat menolaknya.
1. Area gunung yg mestinya d hijaukan bukan d buangi smpah bisa murka Allah itu
2. Mata air warga setempat
3. Lahan persawahan warga stempat
4. Anak sungai
5. Dekat dengan pemukiman
6. Lokasi Rencana pengembangan pemukiman warga
7. Lokasi wisata alam Bukit Arangang
8. Lokasi yg sangat jelas ada d dusun tanah karang desa panaikang kec. Pattallassang.
Inilah alasan dasar mengapa masyarakat menolak rencana tersebut, Lokasi tersebut dekat sekali dengan Cagar budaya yg mau di lestarikan yaitu Bungung Cendolo dan Perahu Batu, inilah seharusnya yang harus diperhatikan oleh pemerintah Kab. Gowa. Ucap Bahtiar Bory kepada Media ini.

Di tempat terpisah Tokoh masyarakat Pandi Dg. Ngempo dan Hamzah Erang mengecam keras rencana pemerintah daerah dan mengatakan bahwa program atau perecanaan TPA bukan di Belabori tapi Di Desa Panaikang Kec. Pattallassang, dan itu yang santer dib bicarakan, alangkah kagetnya kami mendengar bahwa rencana tersebut akan di tempatkan di Belabori, dgn logat makassar dan nada emosi beliau mengatakan ” punna tena nutappa kalauko ritana karang anciniki, nyia antu anjoeng lokasina sallomi antu nipau, tena na ribelabori”.

 

Bakhtiar Bory menambahkan bahwa kalau program ini dipaksakan maka kami bersama masyarakat akan melakukan aksi dalam penolakan ini,  kami masyarakat belabori menginginkan Pengaspalan jalan dan perbaikan irigasi bukan TPA. Tutupnya

BB