Kepala Sekolah Madrasah Diduga Melakukan Pungli

JENEPONTO, JURNALSEPERNAS-Program Dana Bos Pemerintah Republik Indonesia yang merupakan dukungan terhadap Dunia Pendidikan baik itu lewat Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama, bertujuan agar Pendidikan berkesinambungan secara merata namun sangat disayangkan, masih banyak Kepala Sekolah atau Kepala
Madrasah yang yang menyalahgunakan Dana Bos tersebut untuk kepentingan pribadinya.

“Salah satu yang diduga keras menyalah gunakan penggunaan Dana Bos yaitu dari Kemenag Jeneponto, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta ( MIS ) POKANGA di Desa Kapita Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Sulawesi-Selatan dimana Sekolah MIS tersebut menuai banyak sorotan dari Masyarakat setempat.

“Kepala Sekolah MIS, MUHTAR selama menjabat sebagai Kepala Sekolah MIS Pokanga diduga sangat keras Korupsi Dana Bos selama kurang lebih Empat Tahun karena Muhtar menjabat Kepala Sekolah sejak Tahun 2017 silam,
Muhtar diduga tidak pernah Transfaran dalam penggunaan Dana Bos.

“Karena itu, berdasarkan laporan Masyarakat sekitar Desa Kapita tentang Sekolah MIS tersebut maka kami dari Koalisi LSM melakukan monitoring kroscek langsung pada Hari Selasa, 21/7/2020 dan melakukan wawancara pada beberapa pihak terkait dan ternyata mereka tidak mengetahui jumlah Santri secara pasti bahkan Sekolah tersebut tidak memiliki Papan Potensi Siswa tapi menurut Muhtar, jumlah Siswa sebanyak 160 Orang.

“Berdasarkan hasil konfirmasi Tim Koalisi LSM bahwa Muhtar mulai dari Tahun 2016-2020 selalu tidak terbuka tentang penggunaan keuangan di Sekolah MIS tersebut dan parahnya lagi, Guru Honor yang mengajar di Sekolah tersebut selalu mendapat tekanan dari Kepala MIS tersebut bahwa kalau Guru Honor tidak usah terlalu mencampuri soal Keuangan di Madrasah ini.

” Oleh karena itu, Tim Koalisi LSM merampungkan Pulbaket pada Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Pokanga ini karena kami menduga Kepala Sekolah ini yaitu Muhtar diduga Korupsi Dana Bos selama kurang lebih 4 Tahun.

“Lebih memiriskan lagi, adanya dugaan Pungutan 50.000,- / Orang Tua Santri lewat seorang Guru Honor yang bernama Hj. Zaenab dengan Alasan untuk membuka Rekening demi mendapatkan bantuan dari Pemerintah namun hingga saat ini jangankan bantuan yang didapat, Buku Rekeningpun tidak pernah ada.

“Ini sudah sangat bertentangan dengan UU No. 31 Tahun 1999 jounto UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menurut Juru bicara Koalisi LSM kepada Media ini Hari Rabu, 22/7/2020 di BTN Anwar Jaya Jeneponto, bahwa Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Pokanga yaitu Muhtar diduga melakukan Korupsi dan Pungli sehingga mengakibatkan adanya Kerugian Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah.

“Terkait Laporan Koalisi LSM, Media ini mengkonfirmasi Muhtar, baik via HP maupun lewat What’s App namun Muhtar tidak mengangkat dan tidak pula membalas WAnya.

“Kepala Kemenag Jeneponto, H. Saharuddin saat dikonfirmasi via HP, mengatakan akan menelpon Muhtar tapi Kepala Sekolah MIS Pokanga tidak menjawab panggilannya.
“Nanti Hari Senin baru Saya panggil untuk klarifikasi kata Kepala Kemenag Jeneponto menutup HP nya.
(ARIF)