Diduga Korupsi 1,7 M Kepala Desa Bontosunggu Akan Dikarangkeng

JENEPONTO, JURNALSEPERNAS
Kepala Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, diduga keras sekeras – kerasnya Korupsi 1,7 M selama menjabat Kepala Desa Bontosunggu kurang lebih 5 Tahun. Menurut Koalisi LSM Via WhatsApnya nya kepada Media ini, bahwa H.Badaruddin diduga sangat kuat Korupsi sebanyak Rp.1.720.000.000,- (Satu Milyar Tujuh Ratus Dua Puluh Juta Rupiah) dengan rincian sebagai berikut.

Selama menjabat Kepala Desa, H.Badaruddin Memprogramkan Jamban sebanyak 400 ( Empat Ratus ) unit dengan Anggaran Rp. 7.500.000 ( Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ) / Unit.
Menurut Koalisi LSM dalam Rilis WhatsApnya, bahwa berdasarkan hasil Konfirmasi dari Tokoh Masyarakat yang berpengalaman dalam Proyek mengatakan, setiap Unit Jamban tersebut paling Tinggi menelan biaya sekitar Rp. 3.500.000,- ( Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ) / Unit.
Pada Tahun 2017 Tulis Koalisi LSM, H.Badaruddin menganggarkan Satu Unit Mobil Kijang untuk Inventaris Desa sebanyak Rp.40.000.000,- ( Empat Puluh Juta Rupiah ) namun hingga saat ini Mobil Inventaris tersebut hilang tak tahu Rimbanya.

Lebih Jauh Koalisi LSM Lewat WhatsApnya menulis, Kepala Desa Bontusunngu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, H.Badaruddin juga menganggarkan Dana BUMDES sebanyak Rp.80.000.000,- ( Delapan Puluh Juta Rupiah ) namun sampai sekarang tidak diketahui siapa Anggota Masyarakat yang menerima Dana tersebut dan inilah Indikasi kerugian Negara sebagian karena Bangunan Fisik yang lain belum diketahui Indikasi Korupsinya.

Koalisi LSM masih akan melakukan Pulbaket untuk menggali dan mencari Potensi adanya Kerugian Negara yang bertentangan dengan UU No. 31 Tahun 1999 junto UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Selain Diduga Korupsi, H. Badaruddin juga dinilai KKN ( Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme ) karena Anak dan menantu diangkat menjadi Aparat Desa Bontosunggu.
(ARIF)