Pjs. Kades: Kami Bekerja Sesuai Prosedural

Takalar, Jurnalsepernas – Kabar santer yang terdengar beberapa waktu lalu dimana warga Desa Lassang Barat menggeruduk kantor Desa, dimana Pejabat kades dan Sekretarisnya dituding Menyalagunakan Keuangan Dana Desa.

Terkait tudingan yang diduga menyalahgunakan keuangan desa yang di alamatkan kepadanya bersama sekdes dan jajarannya, seperti pembagian BLT DD yang deskriminatif dan tidak tepat sasaran serta pembangunan depot air minum yang di duga kuat tidak sesuai bestek. Hingga berujung pelaporan kepihak penegak hukum dipolres takalar oleh masyakarat lassang Barat pada Rabu (24/6/2020). Kini Pihak pemdes lassang Barat dalam ini Pjs Kades mengklarifikasi tudingan tersebut.

Menyikapi hal ini, PJ kades Lassang Barat Amiruddin menjelaskan ke awak media kamis (25/6/2020). Bahwa tudingan yang dialamatkan kepadanya itu keliru.

” Apa yang dilaporkan dengan mengatasnamakan gerakan masyarakat Lassang Barat itu salah alamat seperti pembangunan
Depot air minum, itu pengurus BUMDES Yang mengelolah, jadi anggarannya langsung di transfer ke rekening Bendahara BUMDES ungkap,” Amirudin.

Di samping itu, lanjut kata Amiruddin, “terkait pembagian BLT Dana Desa yang dimaksud adalah sudah Sesuai prosedural. Karena, sebelum menentukan nama-nama masyarakat yang menerima BLT-DD, terlebih dahulu saya lakukan rapat musyawarah pembentukan tim pendata, maka disepakatilah kepala Dusun bersama para kader, Karena tentunya, kepala Dusun yang tau persis masyrakatnya di tiap dusun.” Terang Pjs Kades Amiruddin.

Di singgung mengenai anggaran pembelian Sepeda yang bersumber
Dari Pembagian Hasil Pajak dan Restribusi (BHPR) sebanyak 15 buah.

” Pembelian Sepeda itu Bukan dari dana untuk penanganan Covid-19 kepada warga. Tapi, itu Dana dari Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi. Dan Sepeda itu adalah inventaris Desa bukan milik aparat Desa atau siapa saja,” jelasnya.

Untuk Diketahui, Pjs. Kepala Desa Lassang Barat juga selasai di klarifikasi dari Pihak kejaksaan Negeri Takalar terkait tudingan masyarakat.(Sau)