Dinilai Bermasalah, Kades Jangan-jangan Angkat Bicara Terkait Jalan Tani

Jurnal Sepernas, BARRU – Kepala Desa Jangan jangan Rahmansyah , mengklarifikasi terkait proyek perintisan jalan tani di dusun Tangngassoe sekitar 600×4,5 Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan dimana menurut dirinya tidak mengetahui bahwa lahan tersebut sebagian merupakan lahan hutan lindung.

Dimana saat dikonfirmasi lewat Pesan WhatsApp pribadinya, Minggu (7/6) mengatakan, Terkait hal itu, kami telah kordinasi dengan Masyarakat setempat tidak ada yang mengatakan Lahan tersebut merupakan lahan lindung.

“Saya tidak mengetahui bahwa pembagunan jalan desa sebagian masuk dalam hutan lindung, dimana itu semua hasil musyawarah dusun lalu mengadakan lagi musyawarah Desa baru kita tetapkan untuk di anggarkan.” ujar Rahmansyah

Bahkan lanjut, Rahmansyah, masyarakat bahwa lahan tersebut bukanlah hutan lindung makanya kami atas nama pemerintah desa mengajukan Pembagunan jalan tani untuk masyarakat, karena kami menganggap aman.

Ia juga mengatakan, hal itu baru diketahui bahwa sebagian jalan tani yang dikerjakan masuk dalam hutan lindung.

“Sayapun tau setelah polhut sampaikan ke saya bahwa sebagian jalan tani yg kami bikin itu masuk hutan lindung,” tutup Kades Jangan-jangan.

Sedangkan pihak kehutanan mengatakan benar ada sebagian lahan masuk dalam kategori hutan lindung.

“Benar pembagunan jalan tani tersebut sebagian masuk dalam hutan Lindung akan tetapi kami belum bisa pastikan berapa jumlah yg termasuk, karna kami itu masih dalam proses dan masih kordinasi dengan pihak Provinsi .,” Kata anggota polisi kehutanan (Polhut) Barru, Andi Arahab saat dikonfirmasi via telepon jum’at (5/6/2020).

(Tim Redaksi)