Kapolsek Parangloe Tunjukkan Sikap Arogan, Ada Apa ?

Jurnal Sepernas, GOWA – Kapolsek Parangloe Iptu Kasmawati memperlakukan salah satu warga Belabori seperti dirinya bukan kapolsek. Sikap arogan ditunjukan oleh Iptu Kasmawati pada, Senin(08/6/2020).

Bakhtiar yang merupakan anggota BPD menyampaikan keluhannya kepada media sebagai perwakilan masyarakat Belabori untuk mempertanyakan maksud dan tujuan Kampung Rewa di desa Belabori dan mempertanyakan tentang penempatan posko Kampung Rewa kepada Iptu Kasmawati selaku kaolsek Parangloe.

“Saya mempertanyakan penempatan POSKO apakah memang harus di Lingkungan Kantor Desa atau bagaimana, itu pertanyaan saya kepada kapolsek, lantas kapolsek menjawab ” Tidak mestiji, kordinasiki dengan kepala Desata, begitu jawaban kapolsek”. Ungkap Bakhtiar

Kapolsek pun bertanya balik kepada saya, ” Anda keberatankah, saya baru mau jawab kapolsek tersebut langsung mematikan teleponnya., ini kan contoh komunikasi yang tidak baik antara masyarakat dengan kapolsek. Lanjut Bakhtiar

Polri adalah perpanjangan perlakuan sebagai pengayom masyarakat, mempertanyakan maksud dan tujuan hal yang wajar-wajar saja, sangat elegan seorang Kapolsek menanggapi pertanyaan masyarakat dengan tenang dan lebih nampak bijak memperlihatkan keintelektualannya bukan sikap arogan karena menjadi pengayom masyarakat.

Saya ini termasuk BPD ( Badan Permusyawaratan Desa) yang di SK kan oleh Bupati, yang mana fungsinya adalah sebagai mitra kepala Desa untuk membangun Desa tentunya termasuk melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala Desa, tentunya kegiatan apa saja yang akan dilakukan di Desa otomatis harus BPD juga mengetahuinya. Ini tiba-tiba langsung muncul POSKO Kampung Rewa yang belum di ketahui maksud dan tujuannya. Kepala Desa dihubungi 3 kali via telepon tidak pernah diangkat, ada apa semua ini pungkas Bakhtiar.