Kades Rakus Di Duga Makan Mangga Yang Baru Ditanam

Jeneponto,JURNAL SEPERNAS
Hamzah, Kepala Desa Tino Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto Sulawesi – Selatan diduga Mark Up Pengadaan 1000 Bibit Mangga yang mana dalam menganggarkan Bibit Mangga di Musrembang Tahun 2019 yaitu Rp. 30.000 ( Tiga Puluh Ribu Rupiah )/ Pohon. Namun Bibit Mangga yang dibeli oleh Kepala Desa Tino ini bukan yang seharga itu melainkan hanya yang seharga Rp. 10.000 ( Sepuluh Ribu Rupiah )/Pohon, kata Tokoh Masyarakat yang juga penjual Bibit Mangga.
Menurut Tokoh Masyarakat yang tidak ingin Namanya di Mediakan, Bibit Mangga Okulasi yang ditanam sekitar Bulan Mei di Seputaran Jalan Tani Donkokang dan Baturapa bukan yang berharga Rp. 30,000,- paling hanya kurang lebih Sepuluh Ribu Rupiah/pohon sehingga Hamzah sebagai Kepala Desa Tino diduga Makan Dana Pengadaan Bibit Mangga Okulasi sekitar Dua Puluh Juta Rupiah. Bahkan Menurut Tokoh Masyarakat, Ketua BPD Desa Tino Syamsuddin Rahim bersama Anggota dan Masyarakat mencabut Bibit Mangga yang sudah ditanam karena tidak sesuai dengan harganya.
Ditemui di Rumahnya pada Tanggal 28 Mei 2020, Dusun Kanang-Kanang Desa Tino Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto, Hamzah mengatakan kepada Media ini, Saya membeli Bibit Mangga dengan Harga Dua puluh Lima Ribu Rupiah / Pohon, biaya tanam Lima Ribu Rupiah jadi totalnya Tiga Puluh Ribu Rupiah. Inipun kami dibantu menanam oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tino. Sudah ada yang hidup kata Hamzah. Kami Tanam di Baturapa terus ke Timur dengan jarak Tiga Meter dari Jalan Tani. Saya beli Bibit Mangga di Tino, boleh ditanya tantang Hamzah. Kalau belakangan ketahuan bahwa Saya membelinya Sepuluh Ribu, maka Saya akan pertanggung Jawabkan, Kata Kepala Desa Tino, Hamzah.
Masih di Rumah Hamzah, tentang Sumur Bor yang sedianya akan diadakan Tiga Unit, kini hanya Satu unit yang Hampir selesai yaitu yang Lokasinya di Dusun Bonto Langga dengan Anggaran Seratus Tiga Puluh Juta Rupiah lebih sementara yang Dua Unit belum dikerja karena Dananya Kita Pakai untuk BLT DD sebanyak 242 Orang, kata Kepala Desa Tino Hamzah.
Di Tempat terpisah yaitu di Batas Kota Jeneponto, Koordinator LSM KOMPAK berjanji akan melaporkan Kasus ini termasuk Sumur Bor yang diduga Mark Up juga.
(ARIF)