BRI Unit Yahukimo Dipercaya Masyarakat

DEKAI, JURNALSEPERNAL – Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan salah satu Bank plat merah alias milik negara yang menggurita seluruh pelosok negeri, dari Barat hingga ke Timur nusantara (Sabang-Merauke).

Daya jelajah atau jangkauan yang lebih luas itu, membuat managemen menetapkan para karyawannya yang profesional dalam melayani nasabah yang bertatakrama ramah, sopan, dan murah senyum. Jiwa semacam itulah keseharian kita temukan di BRI dimanapun berada.

Perangai semacam itu dapat ditemukan pula pada BRI Unit Kabupaten Yahukimo, Cabang Wamena, Papua dan satu hal yang paling terkesan adalah keberadaannya sangat dipercaya masyarakat Yahukimo karena, membantu perekonomian mereka, baik masyarakat setempat maupun pendatang yang mengadu nasib di daerah pegunungan ini.

Untuk lebih dekat mengenal pimpinan BRI Unit Yahukimo, Pimpinan Umum Jurnal Sepernas yang juga Ketua Umum Serikat Pers Reformasi Nasional (SEPERNAS) sempat menemui punggawanya, Suriaman Marzuki di Ruang Kerjanya, Selasa (2/6) di Dekai. Orangnya supel, mudah diajak ngobrol tapi berwibawa dalam menjalankan tugasnya selaku pimpinan.

Satu hal yang penulis salut padanya adalah semangat kerjanya dan bersahaja terhadap anak buahnya dan tamunya, itulah kesan terindah bagi penulis.

Silaturahmi kian akrab, ketika Maman panggilan akrabnya, mengaku dari Kota Kalong, Sulawesi Selatan. Dia baru tiga bulan dipercayakan atasannya menggawangi BRI Unit Yahukimo yang sebelumnya dimutasi dari BRI Cabang Wamena berkat kinerja dan prestasinya yang baik. Sebab, pada dasarnya, posisi apapun yang diembankan kepadanya, tanggung jawab dan kejujuran wajib dia amalkan.

Baginya, ditugaskan dimanapun tidak masalah. Prinsipnya; Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung. Menurutnya, ketika dirinya pertama memulai tugas di BRI Yahukimo, dia harus cepat beradaptasi dengan pihak-pihak dilingkungan kerjanya.

“Alhamdulillah kurang lebih tiga bulan saya bekerja, hubungan sesama karyawan terjalin normal dan harmonis,” jelas alumni 1995 SMA Negeri 1 Barru ini.

Sekilas cerita keberadaannya di bumi bagian timur ini, dia mengikuti bibinya yang tinggal di Wamena. Pada 1999, dia diterima menjadi pegawai di Bank merakyat itu.

“Saya dulu ikut tante ke Wamena dan diterima jadi pegawai dan sekarang saya dipercaya jadi kepala unit di Yahukimo ini,” imbuhnya.

Ditanya tentang suka-dukanya selaku perantau yang bekerja di negeri orang, sambil ketawa dia berujar, pastilah ada suka dan duka.

“Sukanya BRI Unit Yahukimo diterima dan dipercaya masyarakat, dan dukanya jauh dengan keluarga/isteri yang lagi kuliah S2 di Finlandia, Eropa isteri saya guru,” pungkas putera Soppeng ini.(loh)