Ketua Yayasan Wahyu Mandiri Di Laporkan Ke Pihak Berwajib

Gowa, Jurnalsepernas – Kantor LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan didatangi oleh Muh.Yusuf korban Pengeroyokan oleh Ketua Yayasan Panti Asuhan Wahyu Mandiri Kabupaten Gowa H.Rizal Dg.Ngawing, Muhammad Yusuf datang dikantor LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan dan temui langsung Ketua Umum Amiruddin,SH. Krg Tinggi untuk maksud dan tujuan kedatangan untuk memohon Perlindungan Hukum atas Kasus yang menimpa dirinya yang sudah dilaporkan dipolsek Somba Opu kabupaten Gowa.          ( Sabtu 30/05/2020 )

Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan menerima baik korban pengeroyokan (Muh.Yusuf) karena tindakan Ketua Yayasan Panti Asuhan Wahyu Mandiri Kabupaten Gowa H. Risal Dg Ngawing menurutnya sangat keterlaluan, karena H. Risal Pengurus Panti Asuhan diduga memiliki beberapa Panti Asuhan yang dikelola sendiri ada 3 panti yang ditangani oleh orang lain. Yayasan Panti Asuhan ini diduga didirikannya untuk dijadikan obyek untuk memperkaya diri sendiri bukan untuk betul betul kebutuhan anak pantinya.

Dikatakan oleh Ketua Umum LSP3M GEMPAR INDONESIA SULAWESI SELATAN Amiruddin SH,Kr.Tinggi, saat dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan, Bahwa terjadi Pengeroyokan terhadap diri Muh.Yusuf karena Ketua Yayasan Panti Asuhan Gua Hira Kabupaten Gowa (Sarifudin Dg.Tiro saudara Kandung H.Rizal Dg Ngawing Menjual Bantuan Sembako beras sebanyak 200 karung milik Panti Asuhan Gua Hira kepada korban ( Muh.Yusuf) dengan harga jual sebesar Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah perkarung) akibat pembelian Bantuan sembako kepada panti asuhan tersebut,datang anak H.Rizal yang bernama Yudi meminta kepada Korban Pengeroyokan, agar beras yang sudah putus harganya dari Pemiliknya Sarifudin Dg.Tiro agar diberikan kepada anaknya terlapor H.Rizal dan akan diberikan Komisi Muh Yusuf sebesar Rp.3000.00 ( tiga Ribu Rupiah per Karung).

Ditambahkan lagi oleh Amiruddin SH, karena komisi sebesar Rp. 300,000 Rupiah tidak diberikan kepada Muh.Yusuf sehingga Muh.Yusuf datang dirumah H. Rizal menagih komisi tersebut, tetapi yang didapatkan dirumah H.Rizal adalah Penganiayaan secara bersama sama.

Dan di Jelaskan lagi oleh Amiruddin Ketua Umum LSP3M GEMPAR INDONESIA SULAWESI SELATAN bahwa Panti Asuhan dikabupaten Gowa dikuasai oleh H. Rizal bersaudara dengan modus memelihara anak yatim-piatu tapi menurut hasil Pemantauan LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan Panti Asuhan Yatin piatu diduga hanya memperkaya i keluarga besar H. Risal Dg. Ngawing, Yayasan Panti Asuhan Yatim piatu adalah modus untuk memperkaya diri dan ketua umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi menduga bahwa H. Rizal bersaudara memiliki panti Asuhan Kurang lebih dari 20 Panti Yatim Piatu di Kabupaten Gowa. Tutup Krg Tinggi