Polres Yahukimo Prioritas Tegakkan Hukum Dekai

YAHUKIMO,JURNALSEPERNAS – Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Wamena 15 tahun silam. Daerah ini dihuni mayoritas masyarakat setempat dengan berbagai karasteristik budayanya dan kaum pendatang yang berasal dari berbagai daerah di Tanah air dengan corak karasteristik budayanya pula.

Maka dari itu, penegakkan hukum bagi Kepolisian Resort (Polres) Yahukimo menjadi tantangan tersendiri, namun tetap menjadi prioritas. Untuk mengetahui kondisi Kabupaten Yahukimo, Pemimpin umum Jurnal Sepernas sempat bincang-bincang dengan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Yahukimo, AKBP Angling Kuncoro, dalam menangani penegakkan hukum di wilayah tugasnya tidak mudah, harus menyesuaikan kearifan budaya lokal daerah setempat, khususnya perang antar suku yang sulit dicegah. Mereka berhenti berperang bila salah satu suka kalah, lalu menjalani bakar batu sebagai tanda perdamaian. Demikian halnya peraturan hukum adat masih kental di Yahukimo, utamanya penetapan denda bagi pihak-pihak yang dianggap bersalah. Contohnya; yang menabrak orang, hewan peliharaan, dan pelanggaran hukum lainnya pelakunya dikena denda hingga puluhan juta rupiah.

Dengan kondisi demikian, menurut Kapolres, pihaknya harus pintar-pintar menyesuaikan hukum adat setempat. Untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang heterogen tersebut, aparat Polres setiap hari mengadakan patroli keliling setiap hari untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan masyarakat.

Lanjut Angling, dalam menjaga Kamtibmas setempat, salah satu penindakan yang dilakukan aparatnya adalah mencegah peredaran minuman keras (Miras). “Kalau ada masyarakat kedapatan mabuk, saya perintahkan anak buah tindak dan dikembangkan untuk mendapatkan penjualnya,” ujar Angling di ruang kerjanya, Rabu (27/5) di Dekai ibukota Yahukimo. Ditanya soal daerah itu kaya karena ada tambang emas, dia menampik. “Ah, gak benar, disini penambang masyarakat susah payah mendulang. Saya sudah telusuri para penambang liar yang nasibnya sangat memprihatinkan, mereka hanya bertedu di tenda-tenda kecil beberapa orang, kasian mereka,” iba kapolres.

” Ditambahkannya, dirinya sudah tiga tahun menjalankan tugas dan pengabdian di Polres Yahukimo. “Saya udah jalani tugas selama tiga tahun mas dan sudah ada job baru di Polda Papua, sejak bulan lalu sudah dipindahkan tinggal menunggu serah terima jabatan (Sertijab) tapi karena virus corona, pelaksanaannya terhambat,” kunci Angling.

( LOH )