Pembagian BST Lili Riaja Tidak Merata, Tidak Tepat Sasaran

SOPPENG – JURNALSEPERNAS,  Dengan adanya bantuan yang telah di gelontorkan oleh pemerintah pusat yang sekian banyaknya untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak (C-19) di seluruh wilayah indonesia, namun hal itu membuat beberapa masyarakat yang termasuk keluarga miskin dan tidak pernah tersentuh oleh bantuan dari pemerintah sebelumnya merasa kecewa, di karenakan tidak di kasi lagi bantuan BST ( Rp.600,000 ) dalam satu Kepala Keluarga (KK) yang kini mulai tersalurkan di Lili Riaja.

hal ini di sampaikan salah satu warga Lanrang-Paria, Kelurahan Appanang, Kecamatan Lili Riaja, Kabupaten Soppeng. “Kenapa kami yang tidak punya apa-apa tidak dapat lagi BST, sedangkan kami semua terdampak pandemi (C-19) di karenakan harus mengikuti aturan Pemerintah untuk selalu tinggal di rumah, sedangkan penghasilan cuma pekerja kuli bangunan itupun kalau ada yang panggil, karena kami tidak punya sawah atau kebun untuk di harapkan hasilnya, dan tidak pernah menerima bantuan misalkan itu PKH, BPNT, atau bantuan lainya.

Sedangkan kebanyakan orang yang di anggap sudah mapan menerima BST dan bantuan lainya dari pemerintah. ” keluhnya.

Di tempat berbeda Lurah Appanang Andi. Muhammad Yunus S.sos mengatakan kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (11/5/2020) kalau masalah BST yang sudah tersalurkan kemarin di Kecamatan Lili Riaja untuk tiga Kelurahan, Appanang, Galung, dan Jennae, untuk data masyarakat Kelurahan Appanang penerima BST, bukan data baru di pakai dari RT/RW melaingkan data 2012 yang lalu.

” Di katakanya lagi Andi. Muhamad Yunus, namanya saja data dari RT/RW tapi kenyataanya tidak, bahkan di data itu sudah banyak yang meninggal.” ucapnya.

(FM)