Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan Meragukan Rapid tes Anggota DPRD Kabupaten GOWA.

GOWA, JURNALSEPERNAS – Kabupaten Gowa menggelar Rapid test Massal pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2020, Rapid test itu menyasar sebanyak 30 orang Anggota DPRD Kabupaten GOWA,dari 30 orang melakukan Rapid test 20 orang atau 80 % Anggota DPRD Gowa dinyatakan Reaktif Corona, Dinilai sangat Prematur dipublikasikan lewat Media online karena belum ada hasil swab test menurutnya.

Hasil Reaktif Corona oleh 20 Anggota DPRD Kabupaten Gowa tersebut dibenarkan oleh salah seorang anggota DPR (Ramli Rewa) saat dihubungi oleh salah satu awak media online sehingga seluruh anggota DPRD yang ikut Rapid test pada hari Selasa itu terisolasi dari keluarganya dan terjadi kesenjangan beban tekanan Mental dan sosial.

Menurut Amiruddin SH Kr.Tinggi yang dikenal Vokal dan gemar berkaca mata itu, Reaktif adalah sifat cenderung, tanggap atau segera bereaksi terhadap sesuatu yang timbul atau muncul dan atau sesuatu yang terjadi dalam tubuh seseorang Apakah VIRUS CORONA atau penyakit lain, maka apabila baru melakukan Rapid test sebanyak 30 orang Anggota DPRD,20 orang atau 80 % di vonis Rapid test Corona yang belum tentu benar adanya, adalah bertentangan dengan Kode etik Profesi Kesehatan karena Pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak medis merupakan kerahasiaan identitas Pasien pada dasarnya, Setiap Pasien mempunyai hak mendapatkan Privasi dan Kerahasiaan Penyakit yang diderita termasuk data data medisnya, diatur dalam pasal 32 hurup i Undang undang No.44 tahun 2009 tentang rumah sakit, Pasal 57 ayat (1) Undang undang No.36 Tahun 2009 Kesehatan ( UU Kesehatan), Pasal 17 huruf h angka 2 Undang undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik (UU KIP) di sisi lain Penyebaran Hoax dapat diancam pasal 28 ayat (1) Undang undang Informasi dan Transaksi elektronik atau UU ITE yang menyatakan ” Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang merugikan konsumen dalam transaksi elektronik dapat diancam pidana berdasarkan pasal 45 A ayat (1) Undang undang No.19 Tahun 2016, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 milyar, Sedangkan Rapid test yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Gowa ( Dinas kesehatan) pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2020 sebanyak 30 Anggota DPRD dinyatakan Reaktif Corona 20 orang atau 80% r yang ikut Rapid tes dinyatakan Reaktif Corona, adalah masih terlalu Prematur dipublikasikan karena belum ada hasil Rapid test dari Laboratorium,hal itu juga dilakukan pembenaran oleh salah satu anggota DPRD bahwa benar adanya Rapid tes di DPRD Kabupaten Gowa Reaktif Corona 20 orang.

Lanjut Amiruddin, bahwa Kalau memang pelaksanaan Rapid test itu benar ada 20 orang anggota DPRD Kabupaten Gowa Reaktif Corona segera isolasi kantor DPRD dan Orang orangnya, jangan hanya rakyat biasa saja yang bisa diisolasi demi untuk memutus mata rantai Covit 19 atau virus Corona yang dikenal mematikan itu ,dan Kalau memang Hasil Rapid tes itu tidak benar maka harus diproses secara hukum karena menyebarkan Berita bohong dan atau Dokter yang melakukan Rapid test itu tidak benar pemeriksaannya maka lakukan proses berdasarkan kode etik Medis , Peraturan dan perundang undangan yang yang berlaku karena membuat beban tekanan mental dan kesenjangan sosial terhadap anggota DPRD kabupaten Gowa yang ikut Rapid tes dan keluarganya.

Ditambahkan lagi dengan adanya Pelaksanaan Rapid test oleh pemerintah ( Dinas Kesehatan) hari Selasa tanggal 5 Mei 2020 terhadap anggota DPRD kabupaten Gowa dan dipublikasikan oleh media online dilakukan pembenaran oleh salah satu Anggota DPRD adalah terkesan membuat masyarakat semakin tidak tenang, gelisah ditambah lagi untuk memikirkan bagaimana kelangsungan hidupnya disisi lain tidak bekerja disuruh tinggi dirumah dan apabila didapat dijalan ditindak tegas yang melanggar Aturan PSBB, artinya, Justice Foor all, lakukan isolasi atau lakukan karantina kesehatan terhadap anggota DPRD kabupaten Gowa kalau benar Reaktif Corona.

Ironisnya jangan Rakyat Gowa dibuat cemas, jangan Gowa ini dibuat seakan akan mencekam, kasihan masyarakat, apalagi wakilnya divonis 80 % Reaktif Corona .

Ketua LSM GEmpar

BB