Rekomendasi Kadis Sosial Makassar, Dan Disposisi Kadis Sosial Provinsi Di Abaikan

MAKASSAR, JURNALSEPERNAS – Ketua Umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan Amiruddin.SH Kr.Tinggi akan melaporkan kasus yang menimpa Hafifah Indah binti Hamka ke Komnas HAM, ke Kepolisian, dan Kementeri Sosial RI, atas dilakukannya Rehabilitasi terhadap Hafifah Indah binti Hamka umur 19 tahun, warga jalan Lembo Kecamatan Tallo Kota Makassar karena diduga Salah Tangkap pada malam Valentine bulan Februari 2020 di hotel Mangga dua Jalan Irian kota Makassar, dan pada tanggal 14 Februari 2020 Hafifah Indah binti Hamka direhabilitasi di Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita Mattiro deceng, menurutnya Hafifah Indah binti Hamka direhabilitasi karena diduga Pelacur atau wanita prostitusi on line, diketahui oleh keluarga Hafifah Indah bahwa bukan wanita Tuna Susila (WTS) atau bukan perempuan prostitusi online.

Lanjut Amiruddin bahwa ibu kandung Hafifah Indah binti Hamka yang bernama Rosdia yang beralamat dijalan Lembo No.49 RT/RW 007/001 Kelurahan Lembo Kecamatan Tallo Kota Makassar datang dikantor LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi tanggal 3 April 2020 meminta Dan memohon perlindungan hukum, sehingga kami selaku ketua umum Lembaga Sosial Pelayanan Pengaduan Pemerhati Masyarakat (LSP3M) merasa terpanggil untuk membuatkan surat Laporan / mohon perlindungan hukum yang kami tujuan kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan Kepada PLT wali kota Makassar mengingat Hafifah Indah binti Hamka mengalami Rehabilitasi di Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita Mattiro deceng akibat Satpol PP kota Makassar yang tangkap dan Laporan tersebut kami tembuskan juga ke Kepala Dinas Sosial kota Makassar, mengingat masalah ini akan merusak masa depan Hafifah Indah binti Hamka kalau direhabilitasi di Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita Mattiro Deceng sebab yang direhabilitasi hanya wanita Tuna Susila atau orang ketergantungan Narkoba.

Lanjut Amiruddin yang dikenal aktivitas yang sering aksi demo ini, bahwa akibat laporan tersebut, Kepala Dinas Sosial kota Makassar mengeluarkan Surat Rekomendasi dengan No.460/637/Dinsos/IV/2020 Nama Hafifah Indah binti Hamka di Kembalikan kekeluargaannya dan rekomendasi tersebut tertanggal 14 April 2020 imbuhnya.

Lanjut Kr.Tinggi, bahwa taggal 20 April 2020 rekomendasi itu kami bawa ke Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang saya temui Ibu Fitri Sekdis Sosial Provinsi dan menyerahkan rekomendasi itu karena diminta, dan pada tanggal 21 April 2020 Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan mendisposisikan rekomendasi ke UPT Mattiro Deceng tetapi Sampai saat ini Hafifah Indah binti Hamka belum juga dikeluarkan di tempat Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita, seakan akan Hafifah Indah itu Pelacur dan atau Wanita Prostitusi online.

Menurut Amiruddin SH yang biasa disapa Kr.Tinggi, dengan adanya disposisi kepala dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan untuk ditindak lanjuti sesuai aturan, Kr.Tinggi menghubungi kembali kadis sosial provinsi via telpon selulernya dan menanyakan bagaimana aturannya pak, dijawab oleh Kepala dinas sosial provinsi menurut, kalau sudah ada rekomendasi kepada Dinas Sosial kota Makassar untuk dikeluarkan, harus dikeluarkan karena aturan, hal senada juga di sampaikan ibu sekdis Sosial Provinsi bahwa Dinas sosial kota Makassar yang merekomendasikan untuk direhabilitasi sekarang ada rekomendasi untuk dikembalikan kekeluargaannya maka dikeluarkanlah.

Dikatakan lagi Amiruddin bahwa Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita Mattiro Deceng dengan adanya rekomendasi dari dinas sosial kota Makassar tidak berhak lagi melakukan Rehabilitasi terhadap Hafifah Indah, tetapi kenyataannya Kepala UPT Mattiro Deceng mempertahankan Hafifah Indah binti Hamka untuk direhabilitasi, menurutnya apa maksud Kepala UPT Mattiro Deceng bertahan merehabilitasi Hafifah Indah.

Dikatakan lagi bahwa Kepala UPT Mattiro Deceng karena tidak mau mengeluarkan Hafifah Indah dari tempat Rehabilitasi ,maka kami menduga bahwa UPT Mattiro Deceng bisa dikategorikan menyalahgunakan kewenangan dan jabatan dan merampas hak asasi Hafifah Indah, dan Amiruddin SH Kr.Tinggi menambahkan bahwa Hafifah Indah direhabilitasi di Mattiro Deceng untuk pembinaan mental, justru Hafifah Indah dibuat rusak mentalnya karena Hafifah Indah bukan wanita Tuna Susila (WTS) dan bukan perempuan Prostitusi online dan Hafifah Indah direhabilitasi di Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita Mattiro Deceng adalah bertentangan dengan visi dan misi Mattiro Deceng karena Hafifah Indah bukan pelacur ( WTS).

Ditambahkan lagi oleh Ketua umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan Amiruddin SH Kr.Tinggi sudah berapa kali menghubungi Kepala UPT Mattiro Deceng lewat Tlp selularnya dan WhatsAppnya namun tidak pernah mau diangkat bahkan WhatsApp saya diblokir, yang seperti itu sangat bertentangan dengan sumpah jabatan selaku pelayan publik dan bertentangan dengan Unit Satuan Kerja yang membidangi Kesejahteraan sosial Masyarakat.

Sumber : Ketua LSM Gempar

BB