Pemberlakuan PSBB Di Kab. Gowa, Rakyat Mencekam

GOWA, JURNALSEPERNAS – Ketua umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan angkat bicara, tentang pemberlakuan PSBB di Gowa pada hari senin tanggal 4 Mei 2020 belum tepat waktu sekalipun sudah pernah ada penundaan, menurutnya masih banyak rakyat miskin belum terdata dan belum menerima bantuan.

Menurut Amiruddin SH.Kr.Tinggi selaku Penggiat kontrol sosial bahwa masyarakat banyak tidak menerima Bantuan karena tidak terdata, dan di duga mereka adalah korban politik pada saat pemilihan kepala desa, kasus seperti inilah yang harus ditindak lanjuti oleh pihak Polres Gowa untuk menggerakkan atau memberi himbauan kepada seluruh Binmas untuk membantu warga yang belum terdata, Amiruddin menambahkan bahwa Kapolri Instruksikan Kepada seluruh Kapolres se Indonesia yang berjumlah sebanyak 500 Kapolres diminta menyiapkan 10 ton Beras dan bahan pokok lainnya untuk dibagikan kepada warga yang terdampak Covid 19 yang belum sempat atau belum dapat Bantuan dari Dinas sosial ( masyarakat yang belum terdata Binmas dari Kepolisian mendata warga miskin yang belum terdata dan belum pernah menerima bantuan sebagai dampak virus Corona ).

Ketua umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan menambahkan bahwa ditangannya banyak foto copy KK dan KTP yang diterima dari masyarakat Dusun Pallangga Desa Pallangga kecamatan Pallangga dengan alasan warga tidak mengerti akan mengadu kemana mereka, mereka berhenti bekerja dan dihimbau agar dirumah saja, dan mereka tidak bekerja lagi karena PSBB diberlakukan , maka keadaan ini membuat Rakyat Gowa semakin mencekam, dan penerapan PSBB dijaga ketat oleh beberapa pasukan yang tidak ubahnya seperti ada perang atau deminstrasi yang di jaga oleh personil lengkapdengan menggunakanmobil tank dan Baracuda.

Pemberlakuan PSBB di Gowa tidak jadi masalah tapi warga yang belum menerima bantuan bagaimana, mungkin sudah capek minta didata sehingga tidak ada jalan lain mengumpulkan datanya lalu mereka bawa kekantor LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan, Amiruddin SH sebagai ketua umum LSP3M Gempar Indonesia Sulawesi Selatan sudah beberapa kali menghubungi no wa yang disiapkan Polres Gowa sebagai bentuk pelayanan masyarakat Dampak Covid 19 virus Corona tetapi no Hp tersebut tidak pernah aktif. ujarnya lagi

Bahwa kebijakan pemerintah pusat sudah cukup bijak, hanya saja khawatir apabila Bantuan Dampak Covid 19 atau virus Corona ini salah sasaran dan ada watak watak jahat memanfaatkan situasi ini untuk memperkaya diri, maka kami mengajak seluruh ormas, LSM betul betul mengawasi bantuan bantuan ini demi menyelamatkan anak bangsa sebagai pelanjut generasi jangan sampai terkena dampak kelaparan dan menyelamatkan uang Negara.

Ditambahkan lagi Amiruddin,bahwa himbauan Kapolri taggal 23 April 2020 melakukan pendataan Kepada warga yang belum didata ,menyiapkan beras 10 ton tiap Polres se Indonesia untuk dibagikan ke warga masyarakat, selanjutnya mentaati Maklumat Kapolri, dan Anggaran yang digunakan Polres membantu warga dampak Covid 19 virus Corona adalah dana Kontijensi ( Anggaran dari Mabes Polri), Amiruddin SH Kr Tinggi berharap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam Penerapan PSBB di Kabupaten Gowa.

Amiruddin, SH.

BB