Pemerintah Harus Memperhatikan Kebutuhan Rakyatnya

GOWA – JURNALSEPERNAS Ketua umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi Selatan Amiruddin SH.Kr.Tinggi berharap agar pemerintah daerah betul – betul menerapkan kebijakan Pemerintah pusat terkait penanganan Corona atau covid-19 yang dikenal virus mematikan ini. Menurut Ketua umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi Selatan,  bahwa masyarakat yang tergantung hidupnya dari kegiatan sehari-hari seperti buruh Bangunan, tukang gojek online dan buruh harian yang sumber pendapatannya tidak menentu, hal ini perlu bantuan pemerintah untuk memenuhi  kebutuhan pokoknya oleh pemerintah setempat, alasannya mereka dilarang keluar rumah, sementara biaya hidupnya tidak terpenuhi, anjuran Pemerintah agar rakyat tidak keluar rumah untuk memutuskan rantai Covid 19 atau virus Corona, anjuran dari Pemerintah tersebut dipenuhi oleh masyarakat hanya saja masyarakat bingung darimana mereka bisa dapat untuk memenuhi kebutuhan pokok atau kelangsungan hidupnya.

Virus Corona atau  Covid 19 yang sangat menakutkan ini masing-masing pemerintah Daerah sudah melakukan tindakan pencegahan dan sudah banyak mendapatakan Fasilitas dari Pemerintah dan bahkan di duga dianggarkan  triliunan oleh Pemerintah Pusat, dan beberapa  bantuan dari Dermawan, akan tetapi bagaimana dengan rakyat yang hanya mengandalkan kegiatan sehari-hari nya dengan bekerja kasar seperti buruh bangunan. Dan apakah Pemerintah setempat juga sudah memikirkan kebutuhannya selama mereka berdiam diri di rumah.

” Dikatakan oleh Ketua umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi Selatan, bahwa pembayaran listrik 450 Kw digratiskan selama 3 bulan yang 950 Kw ada potongan iuran perbulan kurang lebih 50 % akan tetapi tidak dipikirkan biaya hidup masyarakatnya  akibat Virus Corona atau Covid-19 yang mematikan ini. ungkapnya

Pemerintah Pusat sampai ke Pemerintah Daerah agar dapat mengeluarkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat yang tidak terkena virus Corona yang mematikan itu karena masyarakat mengikuti himbauan Pemerintah untuk tinggal dirumah demi untuk memutuskan rantai penyebaran virus Corona tersebut, akibat dari itu masyarakat bisa jadi mengalami kekurangan bahan makanan atau kebutuhan pokok lainnya, karena takut keluar rumah demi mentaati himbauan Pemerintah Daerah dan mudah-mudahan masyarakat tidak mengambil langkah-langkah negatif akibat kebutuhannya yang kurang terpenuhi karena ada ketakutan untuk  keluar rumah mencari nafkah.

Imbuhnya lagi bahwa Pemerintah Sulawesi Selatan sampai ke pemerintah kabupaten di duga sampai saat ini  belum ada tanda-tanda untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat yang hidupnya tergantung dari aktivitas sehari-harinya, bantuan pemerintah hanya melakukan penyemprotan anti virus Corona dimesjid, ditempat umum dan dijalanan, pertanyaannya apakah covid 19 virus Corona itu ada diaspal atau ada digot atau parit, maka Ketua umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi Selatan yang dikenal vokal ini berpendapat bahwa bantuan penanggulangan Covid 19 virus Corona ini di duga tidak tepat sasaran, menurutnya untuk memutuskan rantai Virus Corona sudah tepat untuk masyarakat jangan keluar dari rumah tetapi perlu dipikirkan bagaimana kelangsungan hidup masyarakat dengan adanya anjuran Pemerintah untuk tinggal di rumah???.

Ditambahkan lagi Ketua umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi Selatan dengan motto ( Katakanlah Yang Benar Sekalipun Pahit), Gempar ( Gerak Masyarakat Penegak Kebenaran) bahwa dengan adanya perintah dan anjuran Pemerintah untuk rakyat tinggal dirumah guna menghindari penyebaran Virus mematikan ini, tentunya ada juga perhatian khusus bagi masyarakat yang mempunyai penghasilan tidak tetap dan masih berdiam dirumah sesuai himbauan pemerintah.

Ditambahnya lagi, bahwa virus Corona atau istilah lainnya Covid-19 sudah bencana Nasional berarti bantuan dari Negara bukan saja masker, penyemprotan, peti mati dan Alat pelindung diri tenaga medis, akan tetapi perlu juga ada bantuan kebutuhan pokok untuk masyarakat, dengan adanya anjuran pemerintah untuk tidak keluar dari rumah seharusnya Pemerintah pusat harus membentuk tim pengawas jangan sampai bantuan dari pemerintah pusat disalahgunakan oleh orang – orang yang  tidak bertanggungjawab orang yang moralnya bobrok yang bisa saja menjadikan kesempatan bencana wabah Covid 19 virus Corona sebagai kesempatan yang menguntungkan pribadi, karena  dengan banyaknya bantuan dari pusat sehingga mementingkan diri sendiri oleh penyalur  didaerah-daerah untuk memperkaya diri karena ada kesempatan,jangankan bantuan Bencana Nasional dikorupsi Anggaran pengadaan Al-quran saja dikorupsi oleh Menteri agama itu salah satu contohnya, yang sekarang masih dalam tahanan Tipikor karena melakukan Korupsi dan menyalahgunakan wewenang dan jabatan. tutupanya

BB