Insiden Kecil Terjadi Saat Ujian Akhir Madrasah Neg. 2 Jeneponto ( UAMBN-BK )

 

JENEPONTO – JURNALSEPERNAS, Penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah ( UAMBN-BK ) Tingkat Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto Tahun Pelajaran 2019/2020. Menurut Kepala Madrasah MTs. 2 Jeneponto, H. Abdul Rahman, S. Ag. MM.  di Ruang Kerjanya Jalan Sungai Kelara No. 3 Kelurahan Tolo Kota Kecamatan Kelara pada Hari Senin, 16/03/2020, bahwa Pelaksanaan UAMBN-BK diikuti 5 Madrasah dengan jumlah peserta 294 Orang yang terdiri dari 142 Laki – laki dan 152 Perempuan.

Adapun sekolah Madrasah Tsanawiah,  yang ikut antara lain sekolah Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Jeneponto sebagai Penyelenggara dengan Jumlah Siswa 231  yang terdiri dari 95 Orang Laki – laki 136 Perempuan. MTs. Darussalam Saroppo dengan jumlah Siswa 17 Orang, alamat Saroppo, Kelurahan Tolo Selatan Kecamatan Kelara, Kepala Madrasah Hj. Suwadah Yusuf, S. Pd.

MTs. Rahmatullah alamat Tompo Kelara, Kelurahan Tolo Utara Kecamatan Kelara dengan pengikut 17 Siswa, Kepala Madrasah Nursyaifullah Bahar, S. Pdi. MTs. Nadatul Ulum, alamat Bonto Parang, Kelurahan Tolo Selatan Kecamatan Kelara, Kepala Madrasah Dra. Sitti Ania, mengikutkan santrinya sebanyak 18 Orang dan terakhir MTs. Taqwa Ujung yang beralamat di Bonto Ujung Kecamatan Tarowang dengan jumlah santri 11 Orang, Kepala Madrasahnya seorang Doktor yaitu DR. Nursyamsiah, M. Pd.

Kegiatan ini berjalan lancar namun ada sedikit insiden tapi tidak mengganggu proses Ujian Akhir Madrasah ( UAMBN-BK ) karena masalah ini adalah kejadian diluar Sekolah sehingga kita semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan ada seorang Guru dari MTs. Rahmatullah yang teriak – teriak di Ruang Guru MTs. Negeri 2 Jeneponto layaknya bukan seorang Pendidik apalagi Ustadz yang saat wartawan bertanya kenapa sampai teriak, dia bilang Emosi karena anak didiknya dipukul. Tidak berapa lama, puluhan siswa bercampur massa dari MTs. Rahmatullah Tompo Kelara mendatangi MTs. Negeri 2 Jeneponto untuk menuntut balas tapi berhasil dihalau oleh petugas Satpol PP, para Guru yang mengawal para Santrinya. kegiatan ujian berlangsung normal setelah pihak satpol PP mengamankan jalannya ujian yang sementara berlangsung.

( Arif )