Rapat Internal Komisi II DPRD Jeneponto Terkait Pengelolaan Pasar di Jeneponto

 

JENEPONTO – JURNALSEPERNAS, Masalah Pengelolaan Pasar di Jeneponto, Komisi II DPRD Kabupaten Jeneponto melakukan Rapat Internal Komisi di Lantai II Gedung DPRD Jeneponto, Selasa 10/03/2020.

Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Jeneponto, Hanafi Sewang, SE, MM dari Fraksi PAN yang membidangi Ekonomi dan Keuangan.
Rapat ini dihadiri beberapa Anggota Komisi II.

Hal ini dilakukan atas ketidakhadiran Kadis Perindag Jeneponto, M. Japar, UPTD Pasar dan Kepala Pasar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan kemarin, yang mana dalam Rapat tersebut membahas megenai Manajemen Pengelolaan Pasar di Jeneponto.

Dalam rapat tersebut, terdapat wacana yang mengusulkan untuk dipansuskan, namun Anggota Komisi II masih memberikan toleransi dan bersepakat untuk kembali menggelar RDP agar dapat mendengarkan penjelasan Kadis Perindag tentang model dan tata cara Pengelolaan Pasar di Jeneponto pada Senin 16 Maret 2020 Pukul 10.00 Wita mendatang.

“Saya berharap, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin depan dapat terlaksana dengan baik,” jelas Hanafi dan beberapa Anggota Komisi II lainnya. Terkait ketidak hadiran saat Bearing di Gedung DPRD, Kadis Perindag Jeneponto M. Japar yang akrab disapa Karaeng Siama mengatakan, Bukan Mangkir tapi Pak Bupati tidak memerintahkan Saya untuk Hadir, Saya rasa prosedurnya yang keliru karena Saya hanya dapat tembusan Surat Panggilan sementara aslinya ada sama Pak Bupati, demikian alasan Karaeng Siama tidak menghadiri Hearing tersebut pada Hari Kamis, 12/3/2020 di Aula Dinas Perdagangan Dan Industri Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Jeneponto. Di tanya soal jual menjual Kios, Karaeng Siama membenarkan, Ya Betul ada transaksi jual menjual Kios tapi bukan Dinas Perindag yang menjual ke Pedagang melainkan mereka para penjual atau Pedagang yang menjual Kiosnya ke Pedagang lainnya.

Terkait masalah perampok di Pasar Karisa yang terjadi beberapa Hari yang lalu, Kadis Perindag Jeneponto akan mengikuti kemauan para saudagar Susana untuk mengganti pihak Keamanan Pasar

( Arif )